Santo Hieronimus menyebut Nazaret sebagai “bunga Galilea”. Sebutan ini menggambarkan letak Nazaret di suatu bukit (350 mdpl) yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang lebih tinggi sebagai “kelopak-kelopaknya”, sehingga seakan membentuk suatu bunga yang indah. Sebutan ini juga melukiskan betapa indahnya Nazaret saat bunga-bunga aneka warna mekar di musim semi. Secara spiritual, Nazaret memang pantas disebut “bunga Galilea” karena di sana pernah tinggal Yesus, Yusuf, dan Maria. 

 

Dari Mana Yesus Belajar Hikmat?

Injil Matius mengisahkan reaksi orang-orang di Nazaret setelah mendengar pengajaran Yesus di sinagoga, “Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata, ‘Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat-mukjizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?’ Lalu mereka kecewa dan menolak Dia” (Mat. 13:54-57a).

Para tetangga Yesus di Nazaret merasa takjub setelah melihat sendiri Yesus, anak seorang tukang kayu, mengajar dengan penuh hikmat. Tentunya para tetangga Yesus tahu bahwa Yesus tidak pernah menerima pendidikan formal. Jika kesaksian Injil Matius ini kita kaitkan dengan pendapat para ahli arkeologi mengenai ketiadaan sekolah dasar dan lanjutan di Nazaret, kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus menerima pengajaran penuh hikmat bukan dari sekolah, tetapi dari Yusuf dan Maria dalam keseharian sebagai keluarga “téktôn” atau tukang kayu dan bangunan di Nazaret.

 

Yusuf dan Yesus Pernah Bekerja di Sefforis?

Pada masa Keluarga Kudus hidup, Herodes Antipas, penguasa Galilea (memerintah 4 SM-39 M), sedang giat membangun Kota Sefforis (Zippori). Kota bergaya Yunani ini hanya berjarak enam kilometer atau satu jam berjalan kaki dari Desa Nazaret. Herodes Antipas adalah penerus Herodes Agung yang gemar membangun kota dan bangunan megah. Dalam proses pembangunan di suatu tempat, Herodes Antipas biasanya melibatkan tenaga kerja setempat. Nah, ada kemungkinan (setidaknya secara logis), Yusuf dan Yesus bersama rekan-rekan “téktôn” (tukang kayu dan bangunan) lain yang hidup di sekitar Sefforis, pernah terlibat dalam proyek besar ini.

Jika dugaan sejumlah ahli bahwa Yusuf dan Yusuf pernah bekerja sebagai tukang kayu dan bangunan di Sefforis itu benar, kita dapat menduga bahwa Yesus belajar bahasa Yunani Koine (Yunani pasaran) selama Ia bekerja bersama Santo Yusuf di Sefforis. Kita tahu, orang-orang Nazaret diduga kuat hanya berbahasa Aram. Nah, karena berkesempatan bekerja di Sefforis yang adalah kota yang dihuni para kaum elit penjajah yang berbahasa Yunani pasaran, Yesus belajar mandiri bahasa Yunani. Kecerdasan-Nya makin terasah dengan bertukar pikiran dengan orang-orang berpendidikan di Kota Sefforis.

Teori lain mengatakan, Yesus belajar bahasa Yunani pasaran saat ia mulai mewarta di Kapernaum, kota pelabuhan yang ramai di tepi Danau Galilea. Siapa yang mengajari-Nya bahasa Yunani? Kemungkinan besar, para murid pertama-Nya. Kita tahu, para rasul yang pertama dipanggil Yesus menjadi murid-murid-Nya adalah nelayan. Pada zaman itu, nelayan di tepi Danau Galilea fasih berbahasa Yunani pasaran karena sering berdagang ikan dengan orang-orang asing.

 

Hikmah bagi Kita

Yesus, Sang Mesias, melewatkan sebagian besar hidup-Nya di sebuah desa sederhana yang minim fasilitas belajar. Akan tetapi, Yesus tidak menyerah dengan keterbatasan kesempatan belajar formal di Nazaret. Ia terbuka memelajari bahasa baru yang akan sangat berguna untuk pewartaan-Nya. Ia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk belajar hal-hal baru, termasuk bahasa dan pemikiran baru.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau terus belajar seumur hidup? Ataukah kita terlalu mudah merasa puas dengan kemampuan kita yang begitu-begitu saja? Bukankah pada era digital ini, semakin mudah orang belajar hal-hal baru? Mari kita tingkatkan kemampuan diri kita dengan sikap rendah hati dan terbuka memelajari hal-hal baru yang berguna untuk pelayanan kita bagi Tuhan dan sesama.

 

Bobby Steven, MSF

Imam Misionaris Keluarga Kudus

 

Ilustrasi: www.100words.ca

">


Majalah ROHANI

Mengulik Literasi Yesus dari Nazaret


SILAHKAN BERI KOMENTAR